Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka Hati-hati menyeberang Jangan sampai titian patah Hati-hati di rantau orang Jangan sampai berbuat salah   Bermain musik dengan gitar Jangan lupa sambil berpantun Jikalau kamu ingin pintar maka belajarlah dengan tekun Makan mangga dipasar buah Beli Satu bonusnya Pepaya Jangan lupa selalu sedekah Karna itu membuatmu kaya

Kata-kata Mutiara

Kata-kata Mutiara Jangan sesali sesuatu yg telah berakhir, meskipun itu baik. Tanpa akhir tak akan pernah ada awal baru yg mungkin lebih baik. Ketika kamu telah mencoba segalanya, kamu telah lakukan semampumu, tapi tak juga bisa, serahkanlah pada Tuhan. PRAY!   Bersyukurlah atas apa yg kamu miliki saat ini, karena masih banyak orang di sekeliling kamu yg masih kurang beruntung. Akan ada solusi untuk setiap masalah. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk mengeluh. Berusaha, percaya diri dan berdoa.   Hidupmu adalah milikmu, kamu sendiri yg menentukan baik buruknya, dan kamulah yg memimpin dirimu sendiri, bukan orang lain. Kenali dirimu sendiri dulu sebelum kamu mulai berbicara buruk tentang orang lain. Sudah pantas kah kamu menilai orang lain?   Masa lalu adalah pembelajaran tuk lebih dewasa dalam menyikapi masalah yg mungkin sama dengan yg kita alami dimasa lalu. Mahkotai hati dengan keikhlasan. Karena hal itu akan menjadikan kita tetap bertahan dalam me

Cerita Rakyat Malin Kundang

Cerita Rakyat Malin Kundang Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang. Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah

Cerita Rakyat Timun Mas

Cerita Rakyat Timun Mas Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun. Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun. “Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju. Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna ke

Pahlawanku

PAHLAWAN KU Ohh........ Pahlawan ku Bagaimana ku bisa Membalas jasa-jasa mu Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi Haruskah aku turun ke medan perang Haruskah aku mandi berlumurkan darah Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah Aku tak tahu cara untuk membalas jasa mu Engkau rela mengorbankan nyawa mu Demi suatu kemerdekaan yang mungkin    Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri Ohh......... pahlawan ku Engkau lah Bunga Bangsa.

Pengorbanan

PENGORBANAN Mengucur deras keringat Membasahi tubuh yang terikat Membawa angan, jauh ntah kemana ? Bagaikan pungguk merindukan rembulan, Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan Pagi yang menjadi malam, dan Bulan yang menjadi Tahun. Sekian lama telah menanti, Dirinya tak jua terlepas. Andai diriku sang Ksatria, Aku sudah pasti menyelamatkannya. Namun semua itu hanya mimpi. Dirinyalah yang harus berusaha untuk membawa dirinya pergi dari kegelapan abadi.

Di Balik Seruan Pahlawan

DIBALIK SERUAN PAHLAWAN Kabut, Dalam kenangan pergolakan bumi pertiwi Mendung, Pertandakah hujan deras Membanjiri asa yang haus kemerdekaan Dia dan semua yang ada menunggu keputusan sakral Serbu.... Merdeka atau mati.. Allahu Akbar Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa Dalam serbuan bambu runcing menyatu Kau teruskan bunyi-bunyi ayat suci Kau teriakan semangat juang demi negeri Kau relakan terkasih menahan terpaan belati Untuk ibu pertiwi.. Kini kau lihat, Merah hitam tanah kelahiranmu Pertumpahan darah para penjajah keji Gemelutmu tak kunjung sia Lindungan-Nya selalu dihatimu Untuk kemerdekaan Indonesia abadi..

Puisi Terakhir

PUISI TERAHIR Senyum indah kini melemah Sayap kananku telah patah Hati meluap penuh nanah Terlulai jatuh ditanah Pernah aku ingin benar padamu Kita berpeluk ciuman tidak jemu Berharap hati darimu kulihat anak-anakku Tapi sayang itu dulu . . . Pola hidupmu buatku getir Kesetiaanku kau sambarkan petir Anggap saja semua telah jadi pasir Kepadamu ini puisi Terahir

Ibu

"ibu" kau bagaikan payung di tengah hujan yang memberiku perlindungan bagaikan bulan di tengah malam yang menerangiku dalam kegelapan hati mu seperti salju yang memberikan katenangan di saat ku gelisah kau seperti percikan air di bebatuan yang mampu meluluhkan keras nya hatiku kau selalu memberiku nasihat baik mu kebaikan dan kesabaran yang kau tunjukan padaku meski sering ku melukai mu tapi dirimu selalu tegar bagaikan karang di tengah lautan sejuta doa yang terucap beribu cinta dan kasih sayang mu selalu tertuju kepada ku terima kasih atas segala yang tlah kau beri kini aku tlah sadar bahwa drimu sangat berarti untukku karna ketika semua nya pergi menjauh kau tetap ada di sisiku sampai akhir hayat hidup mu 

Pengalaman

Pengalaman Terkadang.. Pengalaman bikin kita ketawa ! Pengalaman itu lucu, Kita terasa bodoh dan konyol. kalo kita nginget-nginget pengalaman yang udah lama kita alamin.. Terkadang.. Pengalaman bikin kita kesel ! Pengalaman itu brengsek, kita terasa di khianatin, kalo kita nginget-nginget pengalaman pahit ! Tetapi.. Apapun pengalaman itu.. Pahit, Manis, Brengsek, Lucu.. Pengalaman sudah mampu mengajarkan kita menjadi yang terbaik !